Salah satu profesi yang tidak
setengah-setengah adalah guru. Menjadi guru adalah sebuah kebanggaan. Namun, bukan
jenis kebanggaan yang ditujukan untuk pamer, melainkan kebanggaan yang
dipandang sebagai bentuk kenikmatan dan perlu selalu disyukuri.
Apa itu Guru?
Dalam artian sederhana, guru adalah sosok
yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Sedangkan guru dalam
pandangan masyarakat luas adalah orang yang melaksanakan pendidikan
ditempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan yang formal saja,
tetapi juga dapat dilaksanakan dilembaga pendidikan non-formal seperti di
masjid, di surau atau mushola, di rumah dan sebagainya.
Guru adalah orang yang mulia dan dimuliakan
Allah, termasuk dalam golongan orang yang paling beruntung, sebagai gardu
positif yang senantiasa berbagi energy kebaikan melalui keteladanan sikap dan
tutur kata. Guru memiliki investasi abadi, sedekah, ilmu yang bermanfaat, serta
anak yang saleh yang mengalirkan pahala tiada henti.
Dalam bahasa Jawa, kita mengenal istilah
guru, digugu dan ditiru. Harus digugu artinya segala sesuatu yang
disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh
semua murid. Sedangkan ditiru, artinya seorang guru harus menjadi suri teladan
(panutan) bagi semua muridnya.
Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia
yang baik. Mereka memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas,
luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Pusat
perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum, tetapi pada anak! Mereka
sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar, perbedaan antar anak-anak
dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar.
sumber:
1. Maryam Imilda, Diary Seorang Guru, (Jakarta: Qibla, 2017).
2. Imas Kurniasih, S.Pd & Berlin Sani, Sukses Mengajar Panduan Lengkap Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif, (Pustaka Diantara, 2017).
3. Drs. Najib Sulhan, MA. , Guru yang Berhati Guru, (Jakarta: Zikrul Halim, 2016).
Comments
Post a Comment